Wednesday, June 1, 2016

7 Persiapan Mobil Sebelum Mudik

Tips Cek Kendaraan Sebelum Mudik / Perjalanan Jauh


Karena Lebaran sebentar lagi, artinya hari-hari libur juga semakin dekat. Liburan merupakan saat yang sangat dinantikan oleh seluruh keluarga. Bagi kalian para pelajar, liburan adalah waktu ketika kalian bisa menikmati waktu luang bersama teman-teman dan keluarga. Namun, terkadang kita sering mendapati diri kita lupa membawa barang-barang penting. Maka dari itu, sebelum liburan kamu perlu mempersiapkan segala keperluan kamu. Terlebih lagi jika kamu pergi dengan mengendarai mobil pribadi. Ada beberapa hal yang perlu kamu cek untuk persiapan perjalanan jauh. Masalah kecil, seperti wiper mobil yang sudah rusak dan ban yang tidak seimbang, bisa menjadi masalah dalam perjalanan. Jadi, akan lebih baik jika mempersiapkan dulu kondisi kendaraan sebelum berkendara. Berikut 7 hal yang harus kamu cek pada mobil kamu sebelum mudik!

7. Roda Mobil

periksa komponen roda mobil sebelum berangkat mudikcek kondisi roda kendaraan

Roda mobil merupakan bagian penting yang harus kamu cek rutin. Tanpa disadari, bisa saja roda mobil kamu mengalami kerusakan kecil yang jika dibiarkan akan menjadi besar. Yang dapat kamu cek dari roda mobil adalah spooring dan balancing, tie rod, long tie rod, ball joint, laher roda, dan shockbreaker. Setelan sudut keselarasan roda dengan permukaan jalan, atau kerap disebut spooring, bisa saja berubah. Kondisi ini akibat benturan permukaan jalan atau keausan ban. Setelan roda ini memakai baut, jadi mudah bergeser. Kamu dapat mengeceknya dengan cara yang mudah, yaitu saat mobil berjalan di jalan yang lurus, tempatkan posisi setir lurus dan jalankan mobil dengan kecepatan sedang. Amati arah laju mobil, kalau arahnya tidak lurus, sebaiknya diperiksa ulang. Jika ada kerusakan pada ban, pelek, tie rodball joinatau lengan ayun, hasilnya tidak akan maksimal. Untuk pengecekan tie rod, caranya, dongkrak kedua atau salah satu roda depan di jalan rata. Gerakkanlah roda dengan cara memegang kedua sisi ban memakai tangan. Laluguncang-guncang dengan kuat ke depan dan ke belakang dan amati gejala yang muncul. Jika tie rod atau long tie rod sudah rusak, roda akan menjadi oblak. Bahkan kalau sudah parah, akan menimbulkan bunyi yang kuat. Kemudian pindahkan posisi pegangan tangan di sisi atas dan bawah ban lalu goyangkan lagi ke depan dan belakang. Jika roda menjadi oblak, kemungkinan besar ball joint harus diganti baru.

6. Ban dan Pelek Mobil

cek kondisi ban sebelum kendaraan digunakan untuk mudikperiksa kondisi ban dan pelk kendaraan

Kamu bisa langsung melihat kondisi permukaan ban yang sudah mulai gundul. Atau bisa juga menggunakan batas toleransi yang tersedia di dinding ban. Bentuknya seperti segitiga dan disebut TWI (tyre wear indicator). TWI adalah batas toleransi yang sudah ditetapkan oleh sang produsen ban. Meski terkadang diremehkan, tekanan angin juga berguna untuk kestabilan mobil saat dikendarai. Jika terlalu keras, cengkraman mobil berkurang. Sementara kalau kurang angin, konsumsi bahan bakar bisa boros. Umumnya, tekanan angin ban ada di kisaran 30-32 psi, atau bisa cek langsung berdasarkan stKamur dari mobil masing-masing. Biasanya terdapat ukuran tekanan angin berbentuk stiker yang tertempel di pintu mobil. Terakhir adalah kondisi pelek. Pastikan tidak ada yang peang di bagian bibir pelek. Goyangan saat pelek bengkok berputar bisa membuat kendali mobil berubah menjadi liar. Terlebih saat dijalankan dengan kecepatan tinggi.

5. Lampu dan peralatan luar lainnya

https://salespromotoyota.blogspot.com   periksa kondisi perlengkapan kendaraan

Cek klakson, wiper dan lampu pada mobil kamu. Sepasang cadangan lampu (satu untuk lampu bagian depan, satu lagi untuk lampu bagian belakang) bisa berguna. Pastikan pemanas dan AC mobil kamu berfungsi dengan baik. Jika sudah lama tidak menggantipollen filter mobil, segeralah menggantinya dengan yang baru. Jangan biarkan pollen filter kamu kotor, pollen filter berguna untuk mebatasi AC dan pemanas. Jika spion mobil kamu mengalami masalah, buka dan pasanglah kembali sebelum perjalanan.

4. Rem mobil

periksa rem mobil agar tidak blong sebelum berangkat mudikcek kondisi rem kendaraan, ini sangat penting

Beberapa kendaraan pada kelas tertentu memiliki sistem Antilock Brake System atau ABS yang dapat memberitahu kondisi roda jika dia tidak berfungsi dengan baik, melalui sensor dan ditunjukan pada indikator yang menyala. Namun untuk kendaraan yang tidak memiliki sistem ABS, ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa fungsi rem sudah membutuhkan perawatan, yaitu:
  • Kalau pedal rem diinjak, muncul getaran atau bunyi yang menunjukkan permukaan disk brake sudah tidak rata.
  • Adanya bau hangus yang menunjukkan terjadinya kebocoran pada kaliper.
Perawatan komponen rem mobil tentu tidak dapat kamu lakukan sendiri, mengingat ini membutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam mendiagnosis kondisi rem secara keseluruhan. Jalan terbaik adalah kamu membawa kendaraan kamu ke bengkel untuk dilakukan pemeriksaan rem. Tapi ada beberapa hal yang dapat kamu cek sendiri, yaitu:
  • Servis Rem: Komponen rem pada bagian kampas rem dan cakram rem atau tromol rem akan dibersihkan dari kotoran yang disebabkan oleh gesekan antara kampas rem dan cakram.
  • Kondisi Sepatu Rem: Bagian ini sangat rentan terhadap karat karena terkena air. Periksalah bagian dudukan rem untuk memastikan sepatu rem dapat menekan kampas rem dengan baik, sehingga menghindari terjadinya gesekan yang kerap menimbulkan bunyi pada saat rem digunakan.
  • Minyak Rem: Penggantian minyak rem dilakukan setiap jarak 20 ribu kilometer. Penggantian ini wajib dilakukan secara rutin dan berkala agar kondisi rem tetap terjaga.

3. Oli mesin

cek oli kendaraan sebelum berangkat mudikcek selalu oli kendaraan, ganti oli pada waktunya

Kamu dapat melakukan pengecekan pada kondisi mesin hidup atau mesin dingin. Parkirlah mobil pada permukaan yang datar, agar kamu dapat mencari dipstick yang biasanya berada di bagian atas mesin. Kamu dapat mencabut dipstick dari lubangnya, kemudian kamu dapat membersihkan ujungnya memakai tisu atau kain lap. Celupkan lagi ke dalam mesin, lalu cabut kembali. Dipsticknya jangan dibalik agar dapat diketahui oli berada di level mana. Sebenarnya, yang bagus adalah antara bagian F dan E. Jangan lebih dari F, karena nanti dapat menganggu kinerja mesin. Jika di bawah E, jangan langsung ditambah. Kamu dapat memeriksanya lebih dahulu, apakah ada yang bocor atau ada gangguan di sistem pembakaran. Dan jika ditambah, apakah kurang dari 1 liter. Saat melihat oli di dipstick, lihat juga bagian warnanya. Jika berwarna gelap, maka oli itu sangat kotor. Dan kamu dapat mencocokkan dengan jadwal penggantian oli. Jika jadwal penggantian oli masih cukup lama tetapi oli sudah sangat kotor, Itu berarti ada masalah juga. Warna dipstick dibuat terang supaya warna oli juga bisa kelihatan. Yang paling penting untuk diingat adalah adanya catatan yang gampang dilihat dan kapan oli itu harus diganti dengan memakai hitungan kilometer atau waktu.

2. Air Radiator

cek radiator mobil sebelum berangkat mudikperiksa air radiator, jangan sampai kurang 

Saat kamu hendak menguras, mengisi kembali, atau menambahkan air radiator, ada beberapa langkah yang perlu kamu perhatikan. Pertama, buka baut pembuangan radiator yang berada di bawah radiator. Tunggulah sampai semua air yang ada di radiator dan mesin terbuang. Kedua, tutup kembali baut pembuangan radiator dan buka baut buang angin. Kemudian, isilah air radiator dengan cairan pendingin radiator (radiator coolant) sampai keluar melalui baut buang angin. Ketiga, Tutup baut buang angin dan biarkan tutup radiator terbuka. Dengan posisi AC yang mati, cobalah hidupkan mesin sampai temperaturnya mencapai suhu ideal, yaitu ketika jarum temperatur menunjuk setengah dan kipas radiator berputar. Keempat, jika volumenya berkurang, tambahkan air hingga batas maksimal, lalu tutup kembali radiatornya. Kelima, ceklah tangki cadangan. Kalau ternyata kotor, kuraslah dan isi kembali dengan cairan radiator coolant yang baru, sampai batas maksimum. Kencangkan tutup radiator dan tutup reservoir. Terakhir, pada saat pertama kali mengendarai mobil setelah pengurasan air radiator, cek kembali volume air radiator di tangki cadangan, tambahkan jika kurang.
Untuk menambahkan air radiator, sebaiknya jangan menggunakan air biasa karena akan mempermudah terjadi karat di saluran air. Kecuali kalau kamu berada dalam kondisi darurat, kami bisa mengisi air radiator dengan air biasa. Setelah kondisinya normal, kuraslah airnya dan isi kembali dengan radiator coolant.

1. Cek keseluruhan mesin

 periksa kembali kondisi mesin secara keseluruhan 

Cek keseluruhan mesin mobil kamu. Apa ada yang bocor? Apakah terminal beterainya bersih? Apakah drive beltnya terlihat sudah rusak? Jika sabuk atau drive belt terlihat retak dan tergores parah, gantilah sebelum kamu memulai perjalanan. Cek kembali semua cairan mobil.
Kecelakaan di jalan raya bukan saja terjadi karena masalah yang besar, seperti melanggar lalu lintas. Hal yang kecil, seperti tidak rutinnya diservis juga bisa menjadi penyebab kecelakaan. Kamu juga perlu menyiapkan asuransi mobil sebagai perlindungan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Sumber google 
banner
Previous Post
Next Post

0 komentar: